Rabu, 30 Maret 2016

Praktikum DIT Konsistensi Tanah

ACARA IV
KONSISTENSI TANAH KUALITATIF

ABSTRAKSI
     Praktikum konsistensi tanah kualitatif ini dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 3 Mei 2013 pada pukul 13.30 WIB sampai selesai di Laboratorium Tanah Umum,Jurusan Tanah,Fakultas Pertanian,Universitas Gadjah Mada,Yogyakarta.Praktikum ini bertujuan untuk menetapkan konsistensi  tanah dalam keadaan kering  dan dalam keadaan basah.Pada penetapan konsistensi kering digunakan tanah bongkah dari lima jenis tanah,yaitu entisol,alfisol,ultisol,renzina,dan vertisol.Sedangkan penetapan konsistensi tanah basah bahan yang digunakan ialah tanah dari kelima jenis tanah tersebut yang berukuran Ø 2 mm dan aquades.Alat yang digunakan [ada adalah cawan porselin.Pada praktikum tersebut,indra peraba menjadi penentu untuk menentukan karakteristik konsistensi tanah.Metode yang digunakan ialah metode kualitatif dengan meraba dan menggosokkan tanah pada telapak tangan serta jari.Berdasarkan hasil percobaan ,urutan keliatan dan kepekatan tanah dari yang tertinggi sampai yang terendah yaitu Vertisol > Renzina >Alfisol > Ultisol >Entisol untuk tanah basah.Pada tanah kering,Vertisol dan Renzina masuk pada kelas konsistensi yang sangat keras sedangkan pada tanah Ultisol,Alfisol,dan Entisol masuk pada kelas konsistensi agak keras.
Kata Kunci: konsistensi,kualitatif,Vertisol,Renzina,Alfisol ,Ultisol ,Entisol.
I.PENGANTAR


Konsistensi merupakan sifat tanah yang menunjukkan derajat adhesi dan kohesi partikel tanah pada berbagai tingkat kelengasan tanah.Dalam bidang pertanian,pemahaman tentang konsistensi tanah sangatlah penting khususnya dalam hal pengolahan lahan atau tanah.Misalnya batas berubah warna(BBW) yang rendah dan batas lekat(BL) yang tinggi dapat dijadikan indicator bahwa tanah tersebut mudah diolah karena tersedia rentangan kadar lengas tanah lebar yang baik untuk mengolah tanah.
 Konsistensi tanah menunjukkan integritas antara kekuatan dan kohesi butir-butir tanah(agregat tanah) dengan daya adhesi tanah dengan benda lain.Daya tersebut menentukan daya tahan tanah terhadap gaya pengubah bentuk yang dapat berupa pembajakan,pencangkulan,dan  penggaruan.Menurut Foth(1990),tanah yang baik dan mudah diloah adalah tanah yang lunak dan tidak melekat pada alat pengolahan tanah
Tanah yang lunak(tidak keras/lepas-lepas) merupakan tanah yang mudah dipenetrasi oleh akar tanaman sehingga memberikan kesempatan bagi tanaman untuk berkembang dan tumbuh dengan baik.Tanah yang tidak melekat pada tanah menunjukkan bahwa dalam kondisi basah,tanah hanya mengandung sedikit oksigen dan udara lain.Padahal udara juga merupakan faktor penting pada pertumbuhan tanaman.
   Konsistensi tanah dibagi atas dua sifat,yaitu kelekatan dan plastisitas.Kelekatan tanah diuji dengan ibu jari dan jari telunjuk.Jika tidak ada tanah yang melekat di jari tangan maka tanah tersebut tidak lekat.Kelekatan bertambah seiring dengan banyaknya tanah yang menempel.Plastisitas adalah pengujian tanah dengan cara dibuat pasta kemudian dibentuk menjadi huruf O,S,dan angka 8.Tanah yang melekat menunjukkan bahwa tanah tersebut memiliki adhesi tinggi sehingga mudah menempel.Tanah yang plastis menunjukkan kohesi antar agregatnya besar(Cullagh and Nelder,1989).
Pada tanah berbutir halus,plastisitas menggambarkan kemampuan tanah untuk berdeformasi pada volume tetap tanpa terjadi retakan sehingga plastisitas merupakan salah satu karakteristik yang penting.Pada umumnya,tanah yang berbutir halus berada pada kondisi plastis secara alamiah.Salah satu usaha untuk menurunkan plastisitas tanah adalah dengan cara stabilitas tanah.Hal tersebut dilakukan dengan cara menambahkan bahan aditif berupa kapur(Enita,2011)
Konsistensi merupakan bagian dari rheologi.Rheologi merupakan ilmu yang mempelajari perubahan-perubahan bentuk(deformasi ) dan aliran(flow) suatu benda.Sifat-sifat rheologi tanah dipelajari dengan cara menentukan angka-angka Atterberg yaitu angka-angka kadar air tanah pada beberapa macam keadaan.Angka-angka tersebut penting untuk menentukan pengolahan lahan(Anonim,2010).
Kekuatan tanah(tanah lempung) bergantung pada kondisi strukturnya. Bila struktur aslinya telah mengalami telah mengalami gangguan atau perubahan dalam susunan partikel atau susunan kimiawinya maka kekuatan tanahnya dapat berkurang dari kekuatan tanah aslinya.Waktu dan perubahan pada tegangan serta perubahan lingkungan sejak terjadinya tanah dapat menyebabkan tanah memiliki kekuatan yang lebih tinggi dalam keadaan terganggu daripada keadaan dipadatkan kembali(Ardana,2008).
  Konsistensi tanah adalah derajat kohesi dan adhesi diantara partikel-partikel tanah dan ketahanan massa tanah terhadap perubahan bentuk oleh tekanan berbagai kekuatan yang mempengaruhinya. Istilah konsistensi tanah menunjuk pada tarik menarik antar zarah tanah dalam suatu massa tanah atau menunjuk pada ketahanannya terhadap pemisahan atau perubahan bentuk (Kertonegoro dkk, 1998 cit.Rajamuddin,2009).

II.METODOLOGI

     Praktikum konsistensi tanah kualitatif ini dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 3 Mei 2013 pada pukul 13.30 WIB sampai selesai di Laboratorium Tanah Umum,Jurusan Tanah,Fakultas Pertanian,Universitas Gadjah Mada,Yogyakarta.Pada praktikum ini bahan yang digunakan adalah tanah bongkah dan tanah Ø 2 mm dari tanah Vertisol,Renzina,Alfisol ,Ultisol ,Entisol serta aquades.Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah cawan porselin.
     Pada penentuan konsistensi kering tanah bongkah ± 1 cm ditekan diantara ibu jari dan telunjuk,bila tidak hancur dilanjutkan dengan penekanan diantara pangkal telapak tangan dan ibu jari kemudian konsistensi ditentukan dengan membaca tabel tersebut

Ditekan antara
Hancur
Konsistensi Tanah
Ibu jari dengan jari telunjuk
Tanpa ditekan. Lepas-lepas
Sedikit ditekan Lunak
Ditekan kuat Agak keras
Pangkal telapak tangan kiri dengan ibu jari kanan
Ditekan kuat Keras
Ditekan kuat tidak hancur Sangat keras

   Pada penentuan konsistensi pada keadaan kering,tanah berukuran Ø 2 mm dari kelima jenis tanah tersebut lalu dibasahi dengan aquades secukupnya dan dicampurkan hingga homogen menjadi pasta.Kelekatan masing-masing tanah diuji dengan memijat pasta tanah menggunakan jari telunjuk dan ibu jari.Tingkat kelekatan dapat dilihat pada tabel.Pada tingkat plastisitas tanah diuji dengan cara tanah dibuat pipa tanah seperti bakmi lalu criteria dapat dilihat pada tabel.











Kenampakan Kelekatan
1. Tidak ada yang menempel Tidak lekat
2. Menempel sedikit Agak lekat
3. Banyak menempel di salah satu jari Lekat
4. Menempel banyak di kedua jari Sangat lekat

Kenampakan Plastisitas
1. Tidak dapat dibuat pipa Tidak plastis
2. Pipa retak,tidak dapat dibuat bentuk tertentu Agak plastis
3. Dapat dibuat bentuk seperti O,8,atau S Plastis
4. Dapat dibuat bentuk seperti O,8,atau S tanpa retak Sangat plastis








III.HASIL DAN PEMBAHASAN
A.Hasil Pengamatan
Konsistensi Basah
Tanah
Konsistensi Basah/Lembab
Entisol
Tidak lekat
Agak Plastis
Alfisol
Agak Lekat
Plastis
Ultisol
Sangat Lekat
Plastis
Renzina
Lekat
Plastis
Vertisol
Sangat Lekat
Sangat Plastis

Konsistensi Kering
Tanah Konsistensi Kering
Entisol
Agak keras
Alfisol
Sangat keras
Ultisol
Sangat keras
Renzina
Sangat keras
Vertisol
Sangat keras

B.Pembahasan
Konsistensi tanah merupakan sifat fisik tanah yang menunjukkan adhesi dan kohesi zarah-zarah pada berbagai tingkat kelengasan tanah Kohesi yang terbesar nilainya terdapat dalam tanah tanah kering dan menurun tajam dengan masuknya air di sela-sela daerah tanah. Besarnya adhesi ditentukan oleh tegangan permukaan pada tiap-tiap satuan bidang singgung dan luas bidang singgung.Penurunan kadar air menyebabkan tanah kehilangan sifat kelekatan dan kelenturan menjadi gembur,lunak serta menjadi keras dan kaku pada saat kering.
      Konsistensi tanah dipengaruhi beberapa faktor,yaitu tekstur,sifat,jumalh koloid organik maupun anorganik,struktur,dan kadar air.Tanah berstruktur sama dapat berbeda konsistensinya karena perbedaan jenis lempung.Sifat fisik yang digambarkan oleh konsistensi berupa kekerasan,keliatan,dan kelekatan.
  Manfaat mengetahui konsistensi tanah di bidang pertanian adalah dapat mempermudah pengolahan tanah karena setiap jenis tanah mempunyai konsistensi yang berbeda.Tanah yang keras dan minim air harus diperhatikan pada sector irigasi karena ketersediaan air yang cukup merupakan hal yang penting dalam menunjang kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman.Selain itu,kecocokan konsistensi tanah terhadap tanaman yang akan ditanam akan mempengaruhi jumlah produktivitas yang dihasilkan.
   Penentuan nilai konsistensi tanah pada percobaan ini dilakukan secara kualitatif yang terbagi menjadi dua yakni secara basah dan kering.Pada kualitatif kering,tanah diuji konsistensinya dengan menekan tanah dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk bila tidak hancur menggunakan ibu jari dan dan pangkal telapak tangan.Pada metode kualitatif secara basah,tanah dibasahi dan kelekatan serta plastisitasnya diuji dengan tangan.Kelebihan dari metode ini adalah mudah dilakukan,sederhana,dan tidak membutuhkan banyak biaya.Kekurangan metode ini adalah pada pengujian tingkat kelekatan karena pada metode tersebut agak sulit menentukan tingkat kelekatan tanah pada tanah.
   Tekstur,struktur,dan konsistensi sangat erat hubungannya karena ketiga hal tersebut saling mempengaruhi satu dengan yang lain sebagai contoh tanah bertekstur pasir akan memiliki struktur butir tunggal dan memiliki konsistensi lepas lepas.Konsistensi tanah merupakan kerapatan suatu tanah dimana kerapatan tersebut dipengaruhi struktur penyusun tanah dan struktur penyusun tanah tersebut juga mempengaruhi kasar-halus(tekstur tanah) tersebut.
  Faktor-faktor yang mempengaruhi konsistensi tanah adalah suhu,kelembaban,dan kadar air pada tanah.Suhu dapat mempengaruhi kerasnya konsistensi tanah.Semakin tinggi suhu tanah makakonsistensi tanah tersebut semakin keras.Kadar air juga mempengruhi konsistensi pada tanah karena air pada kadar yang banyak jika terdapat di atas tanah akan merusak konsistensi yang dapat mengikis lapisan atas bagian tanah jika konsistensi tanah tersebut renggang atau lepas-lepas.
   Pada tanah Entisol,konsistensi pada keadaan basah berdasarkan pengujian berkonsistensi tidak lekat dan tidak plastis.Pada saat kering konsistensinya agak keras.Pada penelitian menunjukkan bahwa tanah tersebut memiliki konsistensi agak lekat hingga lekat dan memiliki plastisitas agak plastis(Suswati dkk.,2011).Dari perbandingan tersebut hasil dari pengujian sudah sesuai.
   Pada tanah Alfisol,konsistensi pada keadaan basah berdasarkan pengujian berkonsistensi agak lekat dan plastis. Pada saat kering konsistensinya sangat keras.Menurut penelitian,tanah tersebut memiliki konsistensi liat pada saat basah dan teguh saat keadaan lembab(Yasin dan Ma’shum,2006).
    Pada tanah Ultisol,pada keadaan basah berdasarkan pengujiannya memiliki konsistensi sangat lekat dan plastis. Pada saat kering konsistensinya sangat keras.Pada penelitian menunjukkan bahwa konsistensi tanah tersebut memiliki konsistensi teguh(Sanches,1976 cit.).Berdasarkan perbandingan tersebut,hasil dari pengujian hampir sesuai.

   Pada tanah Renzina pada keadaan basah berdasarkan pengujian bersifat lekat dan plastis. Pada saat kering konsistensinya sangat keras.

    Pada tanah Vertisol pada keadaan basah berdasrakan pengujian memiliki konsistensi sangat lekat dan plastis. Pada saat kering konsistensinya sangat keras.
IV KESIMPULAN
Dari kelima jenis tanah yang diuji ,yaitu(Entisol,Vertisol,Alfisol,Ultisol,dan Renzina) mempunyai keliatan dan kelekatan  dari tinggi ke rendah adalah Vertisol,Renzina,Alfisol,Entisol untuk konsistensi basah.
Pada konsistensi kering dari kelima tanah tersebut,tanah Alfisol,Ultisol,Renzina,dan Vertisol konsistensinya keras.Pada tingkat plastisitas,tanah Vertisol tergolong sangat plastis.Tanah Ultisol dan Renzina tergolong mempunyai konsistensi plastis.Pada tanah Entisol agak plastis konsistensinya.
Faktor yang mempengaruhi konsistensi tanah yaitu tekstur tanah(terutama kandungan lempung) sifat,jumlah koloid,struktur tanah,kondisi kelengasan tanah,serta kandungan air tanah.


V.DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2010.Konsistensi  Tanah.<http://hmit.ik.ipb.ac.id/2010/07/17/konsistensi/>.Diakses pada tanggal 9 Mei 2013.

Ardana,M.D.W.2008.Korelasi kekuatan geser undrained tanah lempung dari uji unconfined compression dan uji laboratory vane shear(studi pada remolded clay).Jurnal ilmiah Teknik Sipil 12 : 128.
Enita,Suardi.2011.Studi penurunan plastisitas tanah-kapur.Rekayasa Sipil 7 : 23-32.
Foth,Henry.D.1990.Fundamentals of Soil Science.John Wiley and Sains,New York.

Mc Cullagh,P. and J.A.Nelder.1989.Generalised Linier Models:Interaching Proccess in Soil Science.Lewis Publication,Florida.
Rajamuddin,Ulfah A.2009.Kajian tingkat perkembangan tanah pada lahan persawahan di desa Kaluku Tinggu Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah.Jurnal Agroland 1 : 45-52.
Suswati,D.,Bambang Hendro S.,Dja’far Shiddieq,dan Didik Indradewa.2011.Identifikasi sifat fisik lahan gambut Rasau Jaya III Kabupaten Kubu Raya untuk pengembangan jagung.J.Tek.Perkebunan & PDSL 1 : 31-40.
Refliaty,Gindo Tampubolon,dan Hendriansyah.Pengaruh pemberian kompos sisa biogas kotoran sapi terhadap perbaikan beberapa sifat fisik ultisol dan hasil kedelai (Glycine max(L.) Merill).
 J. Hidrolitan 2 :  103-114.

Yasin,I. Dan M.Ma’shum.2006.Dampak variabilitas iklim musiman pada produksi padi sawah tadah hujan di pulau lombok.Jurnal Agromet Indonesia 20 : 38-47

Praktikum Klimatologi acara 1

Kegiatan pertanian selalu berhubungan dengan fluktuasi unsur-unsur cuaca yang mempengaruhi hasil pertanian baik yang bersifat positif (meningkatkan hasil) maupun negatif (menurunkan hasil). Pemantauan unsur-unsur cuaca sangat diperlukan khususnya pada saat pergantian musim, baik antara musim hujan ke kemarau atau sebaliknya. Awal musim hujan sangat menentukan penentuan saat tanam sedangkan awal musim kemarau menentukan tingkat keberhasilan panen, karena akhir musim pertanaman sangat ditentukan oleh ketersediaan air menjelang kemarau (Chasanah, 2010)
      Alat meteorologi umumnya ada dua macam yaitu jenis biasa bukanpencatat dan jenis pencatat. Contoh jenis alat biasa adalah termometer, barometer,fluviometer, psikromrter, dan sebagainya. Alat pencatat misalnya termograf,barograf,fluviograf, hidrograf dan sebagainya. Untuk jenis alat pencatat biasanyadilengkapi dengan jam (waktu) dan pias (chart) yang diganti tiap hari untuk piasharian dan tiap minggu untuk pias mingguan. Biasanya pias ini dilengkapi dengan pias yang pembuatan pias biasnya didasarkan pada bentuk dan cara membersihkan pena(Tjasyono,2004).
    Pertanian merupakan salah satu sektor yang sangat rentan terhadap perubahan iklim yang berdampak pada produktivitas tanaman dan pendapatan petani. Menyikapi terhadap situasi perubahan cuaca dan iklim yang sekarang terjadi, perlu kiranya kita mengenal dan memahami beberapa nama alat yang berfungsi sebagai alat deteksi unsur-unsur cuaca dan iklim. Iklim adalah sintesis, kesimpulan atau statistik cuaca jangka panjang. Menurut Organisasi Meteorologi Sedunia (World Meteorogical Organization/WMO) waktu yang ideal untuk pengumpulan data iklim dari data cuaca adalah 30 tahun atau lebih. Cuaca adalah kondisi sesaat dari fisika amosfer. Jadi, unsur-unsur iklim dan cuaca adalah sama. Unsur-unsur iklim dan satuannya adalah radiasi surya,suhu udara,suhu tanah,kelembapan udara nisbi,tekanan udara,angin,presipitasi,dan enguapan.Di antara unsur iklim tersebut, tekanan udara dan arah angin kurang erat hubungannya dengan tanaman(Kangmas.2011).
    Sebuah stasiun cuaca adalah pos pengamatan dimana kondisi meteorologi yang diamati dan dicatat(Jackson,1993 cit.Olatomiwa and Adikwu,2012).Kondisi cuaca di wilayah yang cukup luas bervariasi iklimnya maka perlu untuk melokalisasi stasiun dalam cakupan yang lebih kecil.Stasiun cuaca modern dibangun di sekitar daya yang relatif tinggi prosesor digital yang berfungsi sebagai link mereka ke dunia analog primer.Manfaat dari stasiun cuaca adalah agar membuat pengguna mengikuti kondisi yang berlaku dari atmosfer.Dalam rangka untuk menggambarkan kondisi atmosfer elemen yang penting adalah suhu,kelembaban relatif,tekanan atmosfer,kecepatan angin,arah angin,awan,dan presipitasi.Semua hal tersebut penting untuk diamati agar sistem pertanian dapat berkembang(Olatomiwa and Adikwu,2012).
   Secara umum,AWS berisi peralatan berbasis sensor-sensor yang berisi cup anemometer konvensional,layar suhu miniatur dengan bola basah dan kering platinum resistensi,solarimeter,clean radiometer,dan tipping bucket raingauge.Keuntungan menggunakan sistem AWS adalah kemudahan cakupan,subyektivitas dalam pengamatan,dan biaya yang murah.Sistem ini harus layak secara ekonomi dan data yang dihasilkan harus akurat serta dapat diterima.Perawatan ekstra harus diambil dalam menghilangkan kemungkinan alasan untuk memperoleh data yang kurang baik(Patentalaki et.al.,2007).

 

DAFTAR PUSTAKA

Chasanah, Nur. 2010. Pengenalan Stasiun Meteorologi Pertanian Khusus Dan Peralatan Pengamatan Cuaca. Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada,Yogyakarta.

Kangmas.2011. Mengenal Nama dan Fungsi Alat-alat Pemantau Cuaca dan Iklim.<http://dhkangmas.wordpress.com/?s=mengenal+alat+meteorologi>.Di akses tanggal 24 Mei 2013.

Olatomiwa,L.J.and Umoru Sam Adikwu.2012.Design and construction of a low cost digital weather station. AU J.T. 16: 125-132.

Patentalaki,A.,Haralambos S.B.,Margarita N.Assimakopoulos,Nikolaos Konofaos,Demetrios P.Matthopoulos,and Giouli Mihalakakou.2007.The design,installation and operation of a fully computerized,automatic weather station for high quality meteorological measurements.Fresenius Environmental Bulletin 16: 948-961.
Tjasyono Bayong. 2004. Klimatologi. ITB, Bandung.

Rabu, 09 Maret 2016

UAS hidroponik


PROPOSAL BUSINESS PLAN
PT. FRESH VEGETABLES
SELADA KERITING












Kata Pengantar
Kami panjatkan puji dan syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa karena karunia-Nya proposal business plan PT Fresh Vegetables dapat selesai tersusun. Proposal ini merupakan suatu hal yang dibuat bertujuan untuk memperoleh dana dari pinjaman bank.
Penyusun mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam proses penyelesaian proposal ini yang telah banyak memberikan masukan dan pendapat serta saran sehingga buku ini dapat selesai secara baik.
    Proposal  ini akan terus disempurnakan. Kami selaku penyusun akan dengan senang hati menerima pendapat, koreksi, dan saran untuk perbaikan buku di masa mendatang. Akhir kata, semoga buku ini dapat berguna dan bermanfaat bagi pembaca.









I.Gambaran Umum Unit Usaha
A. Latar Belakang
Sayuran selada keriting merupakan bahan konsumsi masyarakat yang memberikan banyak manfaat penting. Pada sayuran terdapat suatu zat mineral, vitamin, karbohidrat, protein, dsb. Zat tersebut penting untuk kehidupan manusia. Zat tersebut merupakan nutrisi yang dapat memberi manfaat yang sangat banyak dari berbagai  sistem metabolisme yang ada pada tubuh manusia.
Usaha produksi sayuran segar selada keriting merupakan suatu upaya untuk menambah atau mencukupi ketersediaan sayuran dimasyarakat secara luas. Sayuran dapat memiliki kualitas dan kuantitas yang tinggi karena mendapat suatu perlakuan budidaya yang efektif dan efisien. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan sistem budidaya hidroponik. Sistem tersebut merupakan suatu teknologi yang banyak memberikan manfaat pada system budidaya tanaman pada umumnya. Hal tersebut disebabkan karena model tersebut dapat mengatasi kendala dalam proses budidaya secara konvensional yaitu ketersediaan, kuantitas, dan kualitas kesuburan tanah.Proses Budidaya  dengan metode hidroponik dapat menghasilkan sayuran segar yang memiliki tingkat kuantitas dan kualitas yang optimal sehingga dapat dinyatakan bahwa usaha sayuran dengan system ini dapat memberikan banyak manfaat bagi para konsumen.
B.Visi Usaha
Menyediakan kebutuhan sayuran untuk masyarakat yang memiliki kualitas dan kuantitas yang optimal

C.Misi Usaha
 Menyuplai kebutuhan sayuran pada masyarakat dalam jangka panjang

D. Tujuan
1.      Membuat sayuran segar yang diproduksi dapat memiliki kualitas yang tinggi
2.      Mencukupi kebutuhan nutrisi yang terkandung dalam sayuran yang diproduksi
E.Manfaat Usaha
1.      Dapat menghasilkan suatu produk segar sayuran yang mengandung nutrisi yang optimal.
2.      Kualitas kesehatan masyarakat akan bertambah.
3.      Menghasilkan laba yang maksimal.
F.Deskripsi Usaha
  PT Fresh Vegetables melakuan suatu proses  untuk menghasilkan suatu produk segar sayuran selada keriting yang dibudidayakan dengan sistem hidroponik rakit apung yang berada pada suatu kolam. Nutrisi yang digunakan adalah nutrisi yang dibeli dari suatu perusahaan nutrisi hidroponik yang sudah dikenal kualitasnya. Budidaya hidroponik dapat menghasilkan suatu produk sayuran segar dalam bentuk yang memiliki suatu kualitas yang baik dalam hal mencukupi kebutuhan nutrisi pada sayuran. Usaha ini bekerjasama dalam hal distribusi dengan perusahaan supermarket, yaitu AlfaMart, Superindo, dan Indogrosir.

II.Gambaran Produk dan Proses Produksi
A.Jenis Produk Usaha
Sayuran selada keriting segar yang sudah dikemas dalam suatu kemasan. Satu kemasan berisi seratus gram sayuran segar.
B. Volume Produksi
Setahun dapat memproduksi minimal  120.000 tanaman.
C. Jumlah Tenaga Kerja
Melibatkan 3 tenaga kerja.
Bahan dan Peralatan Produksi
1.Bahan
 a.Nutrisi hidroponik CV Good Plant
 b. Benih Selada keriting
 c. air
2. Alat
a. Styrofoam
b.netpot
c. rockwool
d. kolam
e. Ec meter
f. Termohigrometer
g. pH meter
Proses Produksi
1.Persiapan
A.Perumusan Konsep Usaha
     Perumusan konsep usaha, yaitu dengan melakukan musyawarah pengurus perusahaan. Usaha ini dibuat adalah untuk menyediakan sayuran selada keriting dalam bentuk segar yang dihasilkan melalui sistem pertanaman hidroponik rakit apung.
2.Pelaksanaan
     Pembuatan kolam untuk budidaya hidroponik. Setelah pembuatan kolam, ada pembelian peralatan dari toko pertanian. Alat dan bahan dibeli dari toko pertanian dan toko yang mengusahakan suatu produk sistem hidroponik, yaitu CV Good Plant. Alat dan bahan meliputi nutrisi hidroponik, net pot, stereofoam, benih selada keriting, dan rockwol.
3.Proses Budidaya Selada Keriting
     Pembuatan nutrisi perlu dilakukan. Masing- masing 1 plastik stok Adan B dilarutkan pada ½ liter air secara terpisah. Setelah larut, masing masing larutan stok Adan B diambil masing masing 5 ml dan dilarutkan dalam 1 liter air. Masing-masing bakakandiisi 3 liter air maka masing-masing larutan stok yang diambil sebanyak 15 ml. Masing-masing stok dapat digunakan secara bersamaan dalam seratus liter air untuk dilarutkan. Masing-masingstok yang telah dilarutkan tidak boleh dicampur apabila tidak digunakan secara langsung atau disimpan. Satu plastik nutrisi Good Plant dapat digunakan untuk 100 liter air.
    Proses budidaya dilakukan pada kolam berukuran 20 m x 20 m x 15 cm . Alas menggunakan suatu styrofoam. Jarak tanam pada sistem hidroponik, yaitu 20cm x 20cm jadi terdapat 10.000 tanaman. Semua rock wool dipotong denganukuran 2 cm x 2 cm x 2 cm.Setelah itu, rockwool ditaruh pada bak semai. Rockwool dibasahi terlebih dahulu dengan air. Dalam satu potongan kecil rockwol, disemai 1-2 benih selada keriting .Cek dengan cara berkala biasanya semaian bakal mulai tumbuh 1-2 hari. Saat tiga hari awal, ditempatkan pada kondisi yang teduh dan lembab agar perkecambahan cepat terjadi. Setelah tiga hari, perlahan lahan tanaman ditempatkan pada lingkungan yang lebih terang secara bertahap, yaitu dari jangka waktu yang sedikit. Durasi waktu dapat bertambah tiap harinya sedikit demi sedikit agar tanaman dapat beradaptasi. Tempat semai sebaiknya pada lingkungan yang terkendali dan dapat memperoleh sinar matahari dengan baik serta bukan ditempat yang mataharinya terik. Selama penyemaian, tempat semai dicek dan selalu disemprot agar tetap basah.Seusai selada berdaun 2-4 atau 2 minggu, semaian dapat dipindahkan pada sistem hidroponik.Selada keriting yang ada pada rockwool dipindah pada netpot yang terdapat pada sistem hidroponik rakit apung. Diusahakan semua akar masuk pada lubang netpot yang sudah terpasang. Diusahakan agar akar tanaman menyentuh atau masuk pada larutan nutrisi.
Berikut ini merupakan tahapan pemasangan alat dan bibit tanaman selada keriting.
1.Pertama, kolam diberi tutup styrofoam.


2. Masukkan netpot ke dalam lubang styrofoam. Putar dan tata bagian dasar pada netpot, hingga menyentuh bagian permukaan pada larutan nutrisi.


3. Yang terakhir, rock wool menyerupai kubus berukuran 2 x 2 x 2 cm yang terdapat bibit sawi ditempatkan pada netpot. Usahakan semua akar masuk lubang netpot dan masuk pada larutan nutrisi hidroponik yang sudah dibuat.


4. Penempatan  yang cukup sinar matahari perlu untuk diterapkan. Pada saat pemeliharaan tanaman selada, pengadukan larutan nutrisi dan pengecekan ketersediaan nutrisi perlu untuk dilakukan setiap hari.Apabila nutrisi tinggal sedikit atau tidak menyentuh bagian akar, perlu adanya pembuatan nutrisi dengan cara dan dosis yang sama.

 
5. Selada keriting dapat dipanen saat berusia 25-27 hari setelah tanam.

Gambaran Pemasaran
A.Segmen Pasar
Pasar yang dipilih adalah supermarket di Daerah Provinsi DIY.
B.Strategi Pemasaran
Menggunakan poster dan pamflet serta website di internet.
C. Sistem Penjualan
Sesuai permintaan pasar atau dapat berproduksi secara banyak secara langsung. Menjual dengan model masih segar ke supermarket.
Struktur Organisasi
   Organisasi terdiri atas satu pimpinan dan 2 pegawai. Pimpinan bertugas untuk mengatur segala informasi dan komunikasi dengan pelanggan termasuk administrasi. Pegawai ada yang bertugas untuk mengurus iklan dan proses produksi(budidaya tanaman).




Aspek Finansial
Rencana Anggaran Satu Bulan
No
Nama
Satuan
Jumlah
Harga satuan     (Rp)
Jumlah Harga (Rp)
1
Kolam
20 m x 20 m x 15 cm
1 kolam
Rp 4.000.000,-
Rp  4.000.000,-
2
Rockwol
lembar
30
Rp 10.000,-
Rp    300.000
3
Net Pot
buah
10000
Rp 1000,-
Rp  10.000.000,-
4
Nutrisi Good Plant
plastik
600
Rp 18.000
Rp    10.800.000,-
5
Stereofoam
2mx1mx1 cm
200
Rp 1.000.000,-(tiap 50)
Rp    4.000.000,-
6.
Benih Selada Keriting
bungkus
13
Rp 112.000
Rp 1.456.000.
7.
Pegawai
orang
3
Rp 980.000,-
Rp 2.940.000,-
8.
Iklan



Rp 100.000,-
9.
Biaya Tak Terduga



Rp 200.000,-
10.
Ec Meter
unit
1
Rp 125.000,-
Rp 125.000,-
11.
pH Meter
unit
1
Rp 160.000,-
Rp 160.000,-
12.
Termohigrometer
unit
1
Rp 100.000,-
Rp 100.000,-
13.
Keranjang Panen
unit
10
Rp 25.000,-
Rp 250.000,-
14.
Biaya Kirim
kali
1
Rp 300.000,-
Rp 300.000,-


Jumlah
Rp 34.731.000,-


Biaya 1 Tahun= Rp 416.772.000,-
Biaya yang harus dikembalikan pada bank Rp 466.784.640,-
Biaya per bulan minimal yang harus dihasilkan: Rp 38.898.720,-
BEP Price: Rp 38.898.720,- : 10000=Rp 3.889,-/tanaman
Keuntungan bersih minimal Rp 10.000.000,- maka  Rp 38.898.720 ditambah Rp 10.000.000,-
= Rp 48.898.720
Harga Jual Minimal = Rp 48.898.720,- : 10000 tanaman=Rp 4889,- per tanaman atau dapat dijual Rp 4900,-
Penutup
    Kami ucapkan terimakasih terhadap pihak yang telah berpartisipasi dalam usaha maupun dalam penulisan proposal. Semoga proses produksi selada keriting ini dapat berjalan dengan baik. Kami juga mengucapkan terimakasih atas partisipasi Bank yang mendanai kegiatan produksi kami.